DIANI.... ANAK KAMPUS YANG HOT



Sudah setengah jam ini suara dengusan nafas yang memburu dan lenguhan penuh birahi terdengar sayup-sayup dari sebuah kamar kos di bilangan Jakarta Selatan. Suaranya tentu saja lebih heboh dan tidak beraturan bila di dalam ruangannya sendiri. Chandra sedang nafsu-nafsunya menggenjot Rini, anak Psikologi semester 5, dengan posisi Missionaris. Tangan kiri Chandra menjambak rambut Rini, tangan kanannya sibuk meremas tak karuan toked Rini yang bulat kencang, dengan pinggul sibuk menggenjot naik turun.

“Aahh.. ahh… egghh.. Chann.. janghan kenceng-kenceng ngocoknyaaa… Gue.. gue.. jadi mau kluarr lagiiii….” rengek Rini yang sudah kelelahan. Tapi, Chandra malah memutar-mutar pantatnya sehingga batang kontholnya semakin ganas mengobel-ngobel mhemek sempit si Rini.
“Akh.. mhemek lo masih ngremes-ngremes konthol gue gini kok. Nih.. rasainn..” tukas Chandra. Benar saja, tak sampai semenit Rini sudah merasakan sensasi gatal mau meledak di sekujur selangkangannya. Sambil memeluk erat (plus cakaran di punggung), lenguhan klimaks Rini terdengar:

“MMMHHHHH… HUUAGGHHH…EUUHHHH… FUCCKK…”. Rini kelonjotan, kepalanya mendongak, seluruh tubuhnya menegang karena sensasi kenikmatan yang membanjiri. “Gimana rasanya keluar yang ke-5 ini De?” tanya Chandra iseng. Masih megap-megap, Rini nyahut
“Setan lo Chan. Gila, gw sampai melengkung gara-gara orgasme”.
“Tapi enak kan.. hehehe” balas Chandra. “Iya sih” kata Rini dalam hati.
Tiba-tiba si Rini sadar sesuatu. Benda yang tebal besar masih mengganjal dalam memeknya.
“Eh, Chan, lo blum kluar ya?” tanya Rini khawatir.
“Dikit lagi ya Yang” ujar Chandra sambil mulai mengeluar-masukkan kontholnya.
“Hiya.. cepetan Chan” desah Rini lemas. Chandra memutar tubuh Rini, menginginkan posisi semi Doggy. Sambil memeluk guling, Rini mengangkat pantatnya yang bulat tinggi-tinggi sambil membuka pahanya lebar-lebar. Cengiran lebar Chandra muncul, melihat posisi yang konak habis. Mhemek Rini sudah basah kuyup dan warna pink-nya semakin semburat. Tanpa tedeng aling-aling, Chandra langsung membenamkan 3/4 kontholnya dan langsung masuk RPM tinggi. SLEP..SLEP..SLEP.. suara kecipak cairan birahi mhemek Rini hanya ditutupi oleh lenguhan Rini yang birahinya naik lagi.
“Mulut aja lo ngomong cukup-cukup. Tapi kalo gw enthot, tetep aja lo demen” ejek Chandra. Tapi, gerakan genjotan Chandra sendiri semakin cepat dan tak karuan. Ujung pal-konnya sudah berdenyut-denyut. Sensasi gatal yang menuntut untuk di’garuk’ semakin memuncak.
“Hh..hhh…hahh….” dengus Chandra yang semakin bernafsu.
“Channn.. jangan di dalem keluarrnyaaa…” rengekan desperate Rini terdengar. Tapi, Rini sendiri sebenarnya sadar kalo si Chandra pasti akan ngeluarin di dalam. Ga ada tanda-tanda dia bakal nyabut kontholnya. Rini merasakan konthol yang semakin membengkak di dalam mhemeknya. Membuat Rini semakin blingsatan dan mau orgasme lagi.
“HIIAAHHHH……AUUUUUUUUHHHHHHHHHHH…” jeritan klimaks Rini membahana. Chandra juga tidak mau kalah. Sambil meremas kuat-kuat pantat Rini, Chandra menancapkan dalam-dalam kontholnya untuk membanjiri mhemek Rini dengan pejunya.
“HUAHHH… ENNAKKKNYAA…” lenguh Chandra penuh kepuasan.
 Tulang-belulang serasa diloloskan dan lemas. Tapi, puasss. Setelah itu, Chandra langsung menindih tubuh Rini yang banjir keringat (dan banjir peju tentunya). Berbisik di telinga Rini
“Gila, emang mantep banget ngenthot same elu pagi-pagi gini Rini”. Rini cuma tersipu, tapi membales dengan agak ketus
“Iya, tapi gue harus minum pil KB lagi. Males tau”. “Hehehe.. ahh kan ga sebanding dg nikmatnya. Eh, Gue cabut dulu ya. Ada kuliah sejam lagi” kata Chandra. Tapi Rini tidak membalas, karena sudah jatuh tertidur. Lemesss… Sambil-sambil cengar-cengir puas, Chandra mandi dan bersiap-siap cabut dari kos Rini. Sebelum berangkat, Chandra menikmati pemandangan tubuh bugil Rini yang tertidur pulas. Rini anak Bogor dengan tubuh cukup mungil (cuma 158cm tingginya), tapi punya pantat bulat dan kencang. Tokednya yang kencang dan bulat (34B), terlihat besar karena tubuhnya yang mungil. “Lumayanlah.. Gratis ini” batin Chandra. Dan meluncurlah Chandra ke kampusnya di kisaran Jakarta Selatan juga.


nafsu diani


Nafsu sudah tersalurkan, badan bersih habis mandi, pikiran Chandra jernih dan rasanya siap hadapi kuliah Pak Marto. Jalanan Jakarta pukul 9 sudah macet. Tapi, Chandra tenang saja karena kuliahnya baru mulai jam 10. Paling jam 9.45 sudah sampai. Masih sempat kongkow-kongkow dulu di kantin. Kali-kali ada cewek bening yang nyantol wkwkwkwk. Kampus S sudah ramai. Berbagai macam mahasiwa dan mahasiswi sibuk berkeliaran di koridor atau berkumpul duduk-duduk di plasa. Mata Chandra cepat menyisiri areal kampus, mencari-cari teman-temannya.


“Yeh, itu dia anak-anak kampret” batin Chandra sambil berjalan cepat ke pojok plasa. Roy yang melihat si Chandra menghampiri, langsung bangkit dan menonjok Chandra. Sambil memiting leher Chandra, Roy berbisik
“Setan kampret! Lo habis garap si Rini anak psikologi kan? Gue liat lo semalem di Kemang”. Senyum tulus Chandra langsung terbit
“Eh, kok lo tau. Cuma sekali semalem, sekali lagi paginya kok. Dan gw jamin, dienya puas. Lo tenang aja sob.
” imbuh Chandra. Jepitan Roy semakin keras “Bukan itu maksud gue buduk! Gue juga ngincer diaaa..!
” Mimik memelas Chandra langsung muncul “Aduh sory Sob. Gue betul-betul ga tau. Lagian ini semua salah si Rini. Ngapain pake tank top pas minta temenin Gue nyari buku kemarin. Ya mana tahan gue.

Roy jelas-jelas tidak terima dengan penjelasan Chandra yang tidak bertanggung jawab “Pokoknya, ntar sore lo harus makcomblangin gw ama die. Gue udah pengen ngremes bokongnya dari kapan tau.” Demi menyelamatkan kepalanya, Chandra dengan suka cita menyetujui permintaan Roy. Begitu Chandra setuju, cengir lebar Roy langsung muncul. “Jago ga dia, Chan? Males gue kalo masih amatir” tanya Roy antusias. “Lumayan Sob. There’re still room for improvement. But overall, she’s GOOD!” balas Chandra sambil acungin jempol. Sambil terkekeh-kekeh penuh aura mesum, kedua penjahat kelamin itu melangkah menuju kelas, karena Pak Marto sudah terlihat di ambang pintu.

Setelah 1 mata kuliah lainnya yang selesai pukul 4 sore, Chandra & Roy berjalan cepat penuh nafsu (Roy aja sih. Chandra sedikit kurang termotivasi jalan ke Fak Psikologi karena kurangnya insentif buat dirinya). Di koridor menuju areal parkir mereka berpapasan dengan cewek berambut pendek brunette yang sexy. “Hai Vani..” sapa Chandra berusaha semanis mungkin. Tapi, tetap dengan nuansa mesum.


Vani yang hari itu memakai halter neck ungu tanpa lengan dengan celana jeans skinny gelap sehingga pantatnya yang montok tercetak jelas malah hanya meleletkan lidah ke arah Chandra sambil berlalu cuek. “Wuiihh… Chan, lo lihat ga? Perasaan tokednya Vani makin gede aja. Aduuhh.. gue mau bayar berapa aja biar bisa ngremesin tu melon” ratap Roy penuh harap sambil terus memandangi pantat Vani yang megal-megol menjauh. “Emang mantep & kenyal banget toked tuh anak” ujar Chandra. Si Roy langsung memandang Chandra tajam “Kaya lo pernah megang aja. Gue aja ditolak dengan sukses pas ngajak di nge-date. Gue bayarin lo full time di ******** kalo lo bisa bawa Vani ke tempat tidur” tantang Roy.
Chandra langsung semangat “Bener ya? Awas lo, jangan kabur lo ya”. “IYA. Roy ga pernah ingkar janji kecuali ke cewek” balas Roy dengan jantannya. Chandra cengar-cengir senang. Dia ga pernah cerita ke Roy storynya dengan Vani. Walo dalam hati Chandra agak ga yakin gimana caranya ngajak Vani ngenthot lagi. Sejak itu si Vani jaga jarak dan sok cool gitu kepada Chandra. “Ya udahlah. Dipikir nanti aja. Sekarang beresin urusan si kupret satu ini dulu dengan Rini” batin Chandra.

Di Fak Psikologi suasana sudah mulai lengang. Cuma ada beberapa mahasiswa-mahasiswi yang berkeliaran untuk ikut kuliah terakhir hari itu. Tiba-tiba terdengar teriakan manis memanggil Chandra “Ethaannnnn….”. Sesosok cewek manis berlari kecil menuju Chandra & Roy. Melihat Rini datang, Roy langsung meremas tangan Chandra kuat-kuat. Yang ditepiskan dengan kasar oleh Chandra. “Ngehek. Apa pikiran orang kalo lihat dua cowok tinggi besar pegang-pegangan tangan di tempat umum?” bisik Chandra seVan. Begitu menemui Chandra, Rini langsung dengan centilnya menggandeng tangan Chandra. “Jadi kan temenin gue Supermarket?” tanya Rini. Sikutan keras terasa di rusuk Chandra. Chandra langsung tanggap “Wah sory Rini. Gue ga bisa. Mendadak bokap minta dianterin ke Bintaro. Sory banget ya.” Rini langsung cemberut “Yahhh, kok gitu sih lo”. “Tapi tenang neng… Temen gue yang ganteng ini bersedia untuk nganterin” ujar Chandra cepat-cepat sambil menepuk-nepuk bahu Roy. “Ya udahlah” terima Rini pasrah. Roy hampir melonjak kegirangan. “Tapi awas kalo lo coba-coba ngajak gue ke tempat tidur” ancam Rini ke Roy. “Eh.. nggak lah” jawab Roy salah tingkah dan bingung (Lah rugi dong gue, kali pikir si Roy). Rini ngomong lagi “Eh, tapi anterin gue balik kelas bentar ya. Ada yang mo gue ambil”. Mereka bertiga beriringan menuju kelas Rini.

Di kelas, Rini langsung menghampiri seorang cewek yang masih sibuk dengan HPnya. Mata Chandra & Roy langsung membesar melihat itu cewek. “Buseeettt…. hot juga yaa…” pikir mereka berdua dengan sinkronnya. Dengan berlari centil, kedua cowok mesum ini langsung menghampiri Rini dan temannya. “Don, ini gue kenalin sama Chandra & Roy. “Hai DIANI” sapa Chandra & Roy kompak.

DIANI memang one hell of a equipment. Ketika DIANI berdiri untuk menyalami kedua mahkluk menyedihkan itu, Chandra bisa menikmati seluruh lekuk tubuhnya. Dengan tinggi hampir 175cm, tubuhnya yang berlekuk indah jadi makin menawan. “Hmm bodynya OK banget. Tokednya paling 34-an. Tapi, kelihatannya mancung” terawang Chandra sambil curi-curi pandang ke toked DIANI yang tidak terlalu jelas terlihat karena DIANI menggunakan kemeja putih agak longgar lengan panjang yg dilipat sampai ke siku. Wajah oval DIANI lebih ke manis dan menyenangkan, timbang dibilang cantik. “Tapi, dengan body se-hot , tampang udah jadi no3″ batin Chandra. Suara Rini membuyarkan pikiran mesum Chandra. “Don, kita perginya jadinya sama si Roy. Chandra ada urusan sama bokapnya di Bintaro”. “O gitu. Yaudah, bisa kita pergi sekarang” Tanya DIANI. “Eh, DIANI juga ikut?” Tanya Chandra kaget. “Iya. Nyesel sekarang lo batal antar gue?” sepet Rini pedes. “Agak sih” kata Chandra polos. DIANI tertawa kecil mendengarnya. “Aduuhh.. jadi tambah nggemesin ni anak kalo ketawa” batin Chandra. “Tapi tengsin gue kalo narik kata-kata gue. Lagian ga enak sama si Roy. Moga-moga aja si DIANI ga tergoda threesome sama kupret ini” doa Chandra dalam hati. Mereka pun berpisah.

Chandra menyetir mobilnya santai menuju kostnya di daerah Cilandak. Walopun bonyok anak ini tinggal di Jakarta juga, sejak kuliah Chandra sudah ngekost. Bonyoknya juga tidak mempermasalahkan. Toh kalo kehabisan duit ni anak juga pulang, pikir mereka. Lagian mereka juga sebel liatin tingkah Chandra nyelundupin cewek-cewek ke kamarnya. Dipikir kita-kita ga tau kali ya, pikir bonyoknya. Jadilah Chandra ngekost, pisah tinggal dari bonyoknya. Everybody happy. Mampir warung padang untuk makan, 45 menit kemudian Chandra sudah di jalanan lagi.

Tiba-tiba HP Chandra berdering. Nyokapnya telepon. “Chan, mampir ke Ace hardware dong. Beliin mama curtain showare yang baru. Plus Selang semprotan buat toilet juga. Yang warna.hitam ya selangnya, biar matching sama toiletnya” ujar Mamanya Chandra genit. “Lha, napa ga minta pak Sudin aja Ma yang beli” Chandra menyebut nama sopir keluarga mereka. “Pak Sudin nganterin Papa ke Bintaro lihat ruko yang mau dijual itu”. “Eh kok bisa pas ya Papa ke Bintaro hari ini” Chandra ga habis pikir. Berbaliklah mobil Chandra menuju Ace Hardware Fatmawati.

Sesampainya di Ace Hardware, Chandra langsung naik ke lantai 3 menuju tempat dijualnya peralatan untuk kamar mandi dan toilet. Tapi di lantai 2, mata & radar Chandra yang awas menangkap gerakan mahkluk sexy. “Weh, kayaknya boleh nih. Tapi kok gw kaya kenal nih cewek”pikir Chandra sambil berjalan menghampiri seorang cewek yang sedang melihat-lihat lampu duduk. “Lho, DIANI. Ngapain lo disini? Bukannya mo ke Carrefour?” Tanya Chandra surprise.
DIANI agak kaget, tapi senyumnya langsung mengembang melihat Chandra (pada saat yang sama konthol Chandra juga mulai mengembang). “Udah tadi. Sekarang gue lagi nyari lampu hias buat di rumah. Nyokap nyuruh. Rini juga lagi nyari kursi malas kecil buat di kost” kata DIANI ramah.

Chandra tidak berkedip memandang bibir DIANI yang penuh dan sensual, yang menelurkan kata demi kata dengan indahnya. “Aduhh, bisa ga ya gue nidurin si DIANI” harap Chandra sepenuh hati dan sepenuh konthol.

Akhirnya Chandra menemani DIANI memilih-milih lampu, kemudian mereka berdua menuju bagian peratalan mandi. Sepanjang waktu itu Chandra mulai menebarkan jurus-jurus andalannya agar si DIANI terpikat. Tapi, Chandra merasa DIANI masih anteng-anteng aja. Tiba-tiba ucapan DIANI berikutnya mengagetkan Chandra “Chan, lo aja yang nganterin gue pulang ya”. “Lah, emang napa sama si Roy & Rini” Tanya Chandra antusias (yang masih berusaha ditutup-tutupi ambisinya). “Lo liat aja sendiri deh” kata DIANI sambil menarik tangan Chandra ke pojok lantai 2 yang sepi. “Waow.. waow.. agresif juga ne cewek” sorak Chandra dalam hati.

Dipojokan rak-rak yang tinggi, Chandra baru sadar makna ucapan DIANI. Di situ Chandra melihat si Rini bergelayutan ke lengan Roy. Sedang tangan Roy dengan aktifnya meremas-remas pantat sekal si Rini. Bahkan kadang-kadang jari tengahnya kaya menekan-nekan di area lubang pantatnya. Membuat Rini menggelinjang-gelinjang dan membalas dengan gigitan kecil ke lengan Roy. “Busyet. Jago amat si Roy. Ilmunya naek setingkat lagi neh. Dulu butuh minimal 2 hari buat nidurin cewek. Sekarang itungin jam, udah bisa remes-remes bokong. Kampret! Gue jadi makin konak neh” runtuk Chandra dalam hati. “Ya gitu itu. Mereka bedua udah kaya gitu semenjak di Carrefour” ucap DIANI agak sebel. “Bentar lagi gue rasa kepala si Roy udah nyusup ke selangkangan si Rini” analisis Chandra dengan tajam. “Hihihi.. gue setuju Chan” balas DIANI terkikik kecil. “Eh, tadi mukanya agak merah ya si DIANI?” harap Chandra.

Chandra mendekati kedua pasangan yang sedang di mabuk birahi itu. Kemudian dengan kasarnya ditaboknya si Roy. “Woi, cari kamar napa?” sentak Chandra. Gelagepan si Roy dan Rini cepat-cepat ambil jarak. “Anjrit lo Chan! Ngagetin aja” tukas Roy yang lega cuma Chandra yang nge-gap tingkah mereka. Rini juga membalas dengan menghadiahi Chandra cubitan bertubi-tubi. DIANI langsung berkata “De, gue pulang bareng Chandra ya. Kasian kalo Roy nganter gue dulu. Kan muter lagi arahnya ke kos lo”. “Ya udahlah kalo gitu. Sorry ya Don”. Kemudian Rini berpaling ke Chandra “Lo gapapa kan nganter DIANI? Eh, btw ngapain lo dimari?” Tanya Rini curiga. “Nyokap minta dibeliin curtain shower” jawab Chandra cepat. Selanjutnya mereka berempat langsung menuju kasir dan setelahnya langsung bergegas ke mobil masing-masing.

“Asyiikkk… Gue punya kesempatan untuk deketin DIANI. Kalo emang jodoh, ga akan kemana hihihihi” pikir Chandra bahagia. Tapi, baru aja mau memundurkan mobil, Roy tiba-tiba menggedor jendela Chandra. ”Sob, sorry banget. Lo keliatannya harus nganterin kita bertiga deh. Boil gue mogok” kata Roy tanpa beban. “Bangsat lo Roy” desis Chandra kesal setengah konak. “Tunggu 15 menit ya, sampe derek bengkel gue datang” tambah Roy. 20 menit kemudian mobil Chandra baru meluncur keluar dari Ace Hardware. Tampang Chandra tertekuk. Buyar sudah semua rencananya. Mana kedua mahkluk itu terkikik-kikik mesum di jok belakang. Bikin Chandra ga tahan bolak-balik noleh belakang. “Buseett.. udah mulai cipokan aja” runtuk Chandra.

Di jok belakang, Roy sudah mulai gencar menyerang pertahanan Rini, yang memang ga bikin pertahanan sama sekali. Bibir Roy yang agak tebal sudah melumat bibir mungil Rini. Kadang Roy menggigit-gigit kecil bibir bawah Rini sehingga membuat Rini terkikik-kikik. Tangan kiri Roy sudah masuk dari bawah t-shirt Rini dan sibuk meremas-remas toked Rini yang bulat kencang itu. Tawa kecil Rini berubah menjadi dengusan nafas yang memburu, ketika Roy mulai memilin-milin puting Rini sambil menjilati lehernya.
“Woe, lo bedua bisa ga nahan sampe kos dulu?” Tanya Chandra tanpa harapan. “Udeh lo nyetir aja Pir. Jangan pikirin kita bedua. “ jawab Roy seenaknya. “Iyaah nih Chandra rese. Hhhhh.. uhhh” tambah Rini disela-sela desahannya. “Dian, lo servis Chandra napa..ehh..ahhh..” kata Rini lagi. Semburat merah muncul di wajah DIANI. “Enak aja lo ngomong” jawab DIANI agak tengsin. Tapi, Chandra yakin, pas ngomong gitu si DIANI ngelirik dirinya (tapi memang dasarnya nih orang super PD). Ketika Chandra menoleh ke arah DIANI, DIANI langsung berkata tegas “Ga usah mikir macem-macem lo ya!” “Eh nggak kok Dian. Gue Cuma mikir gimana caranya biar cepet sampe dan cepet lepas dari kedua mahkluk konak di belakang” jawab Chandra innocent. “Iya nih. Dasar Rini geblek” runtuk DIANI sambil memanyunkan bibirnya.

Tapi situasi di jok belakang semakin tidak terkendali. Desahan Rini sudah berubah mejadi lenguhan liar. Chandra & DIANI juga sudah mulai mendengar bunyi berkecipakan becek. Slep.. slep.. slep… “Auuhhhh… huaahhhhh.. ahhhhh.. ahhhh…” lenguh Rini yang keenakan memeknya dikocok oleh Roy.
Tangan Roy yang sudah menyelusup ke dalam celana Rini, dengan aktif jari tengah & telunjuknya mengobel-ngobel mhemek Rini yang rapat dan becek. Tendangan Rini tiba-tiba menghentak jok Chandra ketika orgasmenya meledak. “EAAHHHHHHH… AGGHHHHHH…. GUE KELUARRRR…!!!” jerit Rini penuh kepuasan. Cengiran lebar menghiasi wajah Roy. “Bangsat lo bedua. Udah sampe neh. Sana keluar dari mobil gue. Sekaraangg..!!! Bentak Chandra. Cepat-cepat Rini & Roy merapikan pakaian masing-masing dan keluar dari mobil Chandra. Cengiran lebar keduanya mengiringi langkah mereka menuju kamar kos Rini untuk menuntaskan apa yang mereka sudah mulai.

Selama 10 menit Chandra dan DIANI diam saja. Chandra bingung mau mulai speak-speak dari mana, karena tingkah Roy-Rini tadi merusak semua scenario yang sudah disusunnya. DIANI juga keliatan masih agak jengah. Jadi Chandra menyalakan radio. Mendengar lagu-lagu yang keluar, si DIANI jadi keliatan lebih relaks. Mereka mulai membicarakan lagu-lagu yang sedang dimainkan. Tapi, ketika penyiar radionya mulai bicara, topiknya ternyata tentang seksologi; tepatnya tentang multi orgasme pada wanita, Chandra jadi panik lagi. Takut mood DIANI jadi rusak. Chandra sudah mau pindahkan gelombang, ketika tiba-tiba DIANI berkata “Emang ada ya cewe yang bisa orgasme sampe berkali-kali?” Chandra yang masih agak kaget akan pertanyaan tersebut butuh 3 detik untuk bisa menjawab “Seingat gue, sebagian besar cewek yang gue kenal kalo orgasme lebih dari 2 kali. Termasuk multi kan tuh”. “Maksud lo cewek yang pernah lo tiduri?” tukas DIANI tangkas. “He-eh, iya. Gitu deh” jawab Chandra agak tersipu-sipu. “Lah, emang kalo elo nge-sex sama cowo lo biasanya orgasme berapa kali” Tanya Chandra polos.

Dengan agak malu-malu DIANI menjawab “Satu kali lah. Biasanya hampir barengan ama cowo gue. “Lah emang pas foreplay ga orgasme?” Tanya Chandra lagi. “Foreplay kan cuma bentar, gimana bisa orgasme gue” tandas DIANI heran. “Berarti bokin lo yang kurang sabar nggarap lo di foreplay-nya. Pengen cepet-cepet nancepin batangnya” jawab Chandra. “Lah, lo liat tadi, si Rini dikobel-kobel sama si Roy hampir 10 menit kan. Makanya tadi bisa sampe keluar gitu. Pake acara nendang jok gue segala pula” kata Chandra masih agak seVan. “Bener juga ya. Gue ga pernah mikir sampe situ. Iihhhh.. jadi horny nih” batin DIANI.

Mendengar jawaban dan melihat reaksi DIANI, Chandra langsung paham kalo nih cewek pengalaman seksnya masih kurang. Atau paling nggak partner sexnya selama ini pada kurang jago. Jadinya dia belum mengeksplore seluruh potensi seksnya.”Hihihihi.. pasti bisa gue enthot si DIANI” pikir Chandra dengan bahagianya.

Tahap ke-1: Tunjukkan bahwa si cewek punya masalah dengan kehidupan seksnya dan kita perhatian dan bersedia untuk ‘membantu’ untuk mengatasinya (pada tahap ini ‘bantuan’ sebatas saran Bro. Begitu kata pakar mesum Dr. Chandra). “Nurut pengalaman gue ya Dian, dan dari artikel-artikel seksologi yang pernah gue baca, cewe itu lebih susah capai klimaksnya dibanding cowok. Walo kaya Rini tadi dia udeh keluar sekali. Tapi itu baru orgasme kecil. Si Rini belum capai klimaksnya. Lah, kalo si Roy sudah maen tancep aja dari menit-menit awal, bisa barengan mereka. Habis itu game over dah. Kasihan ceweknya. Kalo cowok udah keluar, rata-rata butuh setengah jam lagi bisa ngaceng lagi. Kebanyakan langsung molor” kata Chandra panjang lebar kaya ahli beneran. “Iya, cowo gue kaya gitu tuh. Kalo udah puas, langsung molor” saut DIANI bersemangat. “Itulah sebabnya si cowok sebaiknya di menit-menit awal permainan, merangsang ceweknya, kalo bisa sampe si cewe orgasme. Fokus di daerah-daerah sensitif si cewek, Remas-remas tokednya, pilin-pilin dan jilatin putingnya, gigit-gitiin perutnya, mhemeknya dikobel-kobel” tambah Chandra lagi. “Iihh.. Chandra bahasanya vulgar banget. Gue kan jengah” kata DIANI malu. “Weh, sorry Dian. Baru sekali ini bahas kaya ginian sama cewek. Biasanya cuma antar cowok. Makanya bahasanya ngaco gini. Gapapa ya. Biar gampang gue neranginnya“ Chandra menjelaskan (ini jelas-jelas bohong besar. Chandra malah seringnya menjelaskan ini ke cewek yang lagi curhat dan pengen dilahap sama Chandra). “Ya udah, tersera lo lah Chan. Tapi, gue baru sadar kalo gue bisa lebih menikmati ngeseks ya. Selama ini ada yang mengganjal setiap gue habis ngeseks, ternyata gue belum klimaks kali ya” kata DIANI agak menerawang. “Yesss.. Tahap 1 clear” sorak Chandra dalam hati.

Tahap ke-2: Kalo cewe merespon baik penjelasan di tahap 1 (ditunjukkan adanya pertanyaan dan mengikuti alur penjelasan. Kalo si cewek cuek-cuek aja atau malah berusaha mengalihkan topik, berarti penjelasan lo ga masuk di hatinya . Rugi ajak kalo masuk ke tahap ke-2), kita bisa masuk ke tahap ke-2, yaitu: mensimulasi situasi dimana si cewek mendapat treatment seksnya yang menjadi solusi masalahnya. Disini cowok harus pinter-pinter milih kata-kata dan intonasi (atau pitch control wkwkwk). Tapi inget ya, kalo cewe target lo dasarnya berjiwa lonte ato matre, kagak perlu sampe repot-repot begini. Ajak minum ato tawarin duit, langsung aja coblos. Ini cuma buat cewek-cewek yang punya kelas. “Dian, mau gue kasi tips ga buat Lo dan cowok lo agar seks kalian lebih asyik lagi” Chandra menawarkan. “Mau.. mau Chan..” sambut DIANI agak kelewat bersemangat, yang kemudian dia jadi agak malu sendiri. “Gini caranya, lo harus bayangin apa yang gue katakan. Lo inget-inget sensasinya. Jadi lo bisa lebih mudah njelasinnya ke cowok lo past nge-seks nanti.

Si DIANI tidak sadar kalo laju mobil jadi jauh lebih melambat. “Pejemin mata lo Dian. Bayangin lo lagi bercumbu sama Cowo lo” Chandra memulai therapinya. “Eh btw, lo paling demen di rangsang dimana sih” Tanya Chandra sok tanpa tendensi. “Di susu gue Chan” jawab DIANI pelan dengan wajah memerah. “Ok. Pejemin mata lo lagi. Bayangin bibir lo bedua sudah saling melumat. Dia gigit-gigit bibir bawah lo. Lidahnya sekali-kali masuk ke dalam mulut lo, dan mainin lidah lo. Tangannya mulai meremas-remas toked lo. Awalnya pelan-pelan, terus semakin keras, semakin kasar. Putting lo di pilin-pilin, dan sekali-kali ditarik.”. DIANI yang memejamkan mata, nafasnya mulai agak memburu. Dadanya naik turun lebih cepat. Chandra semakin bersemangat “Cowok lo mulai nyiumin leher lo. Turun terus, sampai di toked lo. Toked lo masih diremas-remas, sambil digigit-gigit. Puting lo diisep kuat-kuat. Lidah cowok lo mainin puting lo”.
Pada saat itu, DIANI sebenarnya sudah horny berat. Cuma rasa tengsin dan ego saja yang mencegahnya menerkam Chandra dan mengajaknya bergumul. Tangan DIANI menegang dan meremas jok mobil kuat-kuat. Bibir bawahnya digigit kuat-kuat. Kata-kata Chandra mengalir masuk melalui kupingnya, membawa aliran hangat ke tokednya. Putingnya menegang dan gatal ingin dihisap. “Huummppfffff aduhh mhemek gue gatel banget. Udah mulai banjir rasanya dibawah” desah DIANI dalam hati. Tapi DIANI tidak ingin berhenti. DIANI suka sensasi ini. Ditambah ada cowo asing disebelahnya, malah membuat sensasi itu semakin kuat. “Cowo lo masih menjilati puting lo. Tangan kirinya meremas-meremas toked lo dengan kasarnya. Sedang tangan kanannya mulai membelai-belai selangkangan lo. DIANI mendesah agak keras “Ehhhmmm….Uhh..”. Tangan kanannya mulai membuka celana lo dan menurunkan resleting lo. Jari tengahnya mulai membelai bibir mhemek lo. Eh, Dian gue ga bisa nerusin neh” potong Chandra tiba-tiba.

DIANI yang libidonya semakin memuncak, membuka mata dengan kaget “Eh napaa..? Tanya DIANI lebih keras dari yang diinginkannya. “Habis kemeja lo ga dikancing atasnya. Jadinya gue bisa ngliat sebagian besar belahan toked lo dari samping sini. Jadi ga konsen lah gue. Sorry ya, gue jadi horny sendiri “kata Chandra tampak penuh penyasalan (percayalah pembaca, ini cuma akting die aja).

DIANI memang tidak mengancingkan 2 kancing atas kemeja putihnya. Belahan tokednya, dan sebagian isinya, bisa terlihat jelas dari sisi Chandra. Apalagi ketika DIANI semakin horny, tubuhnya semakin menegak dan dadanya semakin membusung, membuat Chandra semakin jelas melihat belahan toked DIANI. “Wah sory Chan, bukannya gue ga mau ngancingin. Emang ga bisa gue kancingin “jawab DIANI tersipu. “Sory ya Chan. Apa yang bisa gue bantu?” tawaran DIANI mengejutkan Chandra. Dan langsung reflek dijawab “Kasi gue blow job dong Diani”.
Muka DIANI bersemu tambah merah lagi “Ih, kamu maunya”. Karena tidak terlihat reaksi penolakan yang berlebih, Chandra memberanikan diri meraih pundak DIANI dan menarik DIANI mendekati dirinya dan langsung melumat bibir DIANI yang sensual. DIANI membalas cipokan Chandra selama beberapa detik, kemudian melepaskan diri dan berkata “Cuma blowjob aja ya. Lo jangan grepe-grepe gue. Awas lo” ancam DIANI manis. “Iya, gue usahakan” cengir Chandra sambil berusaha melepaskan sabuknya dengan tangan kiri. Walaupun DIANI masih agak malu-malu, tapi sensasi gatal di dada dan selangkangannya mengatasi logikanya sehingga keinginannya untuk menjamah konthol Chandra menang.
DIANI membuka celana Chandra, dan terlonjak kaget ketika konthol Chandra yang 17.5cm meloncat keluar “Ehh.. gede banget!” pekik DIANI ga sadar. “Aduhh.. cukup ga ya mulut gue” batin DIANI.

Tapi karena tangan kiri Chandra sudah menekan kepala DIANI, DIANI tidak sempat berpikir ulang lagi dan langsung membuka mulutnya untuk mencaplok palkon Chandra. “Ehhmm…” desah Chandra keenakan ketika DIANI mulai mengemut-ngemut palkonnya. Rasa geli dan nikmat menjalar di seluruh konthol, selangkangan dan menjalar keseluruh tubuh.

 Sambil tangan kanannya mengocok konthol Chandra, bibir DIANI melumat-lumat palkon dengan penuh nafsu. Lidah DIANI kadang-kadang menjilati lubang konthol dan sepanjang batang konthol Chandra. Chandra mulai blingsatan duduknya. Konsen menyetir jadi lebih susah lagi. Untung jalanan macet, jadi jalan pelan banget. Tangan Chandra menjambak rambut DIANI, dan memaksanya menelan kontholnya lebih dalam lagi, kemudian mengocoknya dengan gerakan kepala naik turun.

DIANI agak megap-megap melakukan manuver ini karena konthol Chandra yang hampir 5cm lebarnya betul-betul memenuhi mulutnya. Chandra yang makin horny semakin tidak tahan memegang janjinya untuk tidak grepe-grepe. Apalagi melihat DIANI yang penuh nafsu menyepong kontholnya. Tangan kirinya bergerak ke bawah badan DIANI dan menyasar area tokednya. Dengan mudah toked DIANI diraih oleh Chandra. Langsung menyusup kedalam kemejanya, dan meremas toked montok dari balik bra DIANI.

DIANI sempat kaget ketika tokednya tiba-tiba diremas “Ughhh..si Chandra kurang ajar banget sih. Toked gue diremes-remes.. Tapi enak banget.. Gue stop ga ya” pikir DIANI bingung ambil keputusan.
Tapi, pada saat itu tangan Chandra malah berenti meremas-remas toked DIANI. DIANI yang sedikit merasa sayang, meneruskan blowjobya. Sebenarnya Chandra malah berusaha melepas kaitan BH DIANI, yang untungnya, ada dibelakang. Dengan jari yang sudah terlatih, kaitan BH langsung lepas. DIANI juga langsung merasakan bahwa tokednya langsung jatuh bebas tidak ada lagi yang menyangga.
Belum sempat melepaskan konthol Chandra dari mulutnya, DIANI sudah merasakan jemari kasar Chandra menjamah dan langsung meremas-remas tokednya yang kini tanpa pelindung. Sensasinya luar biasa..! Libido DIANI langsung naik tinggi. “Chandra.. sialan Lo. Kan udah janji eahh.. hahhhhh…” ucapan DIANI terputus desahan erotisnya karena Chandra memilin-milin putingnya dengan ahli. Rasa gatal di areola tokednya yang sedari tadi terpendam, langsung bereaksi dan menebarkan sensai nikmat yang sangat. Tubuh DIANI menggeliat-geliat tanpa bisa ditahan. “ Ajrit! Ternyata toked ni anak gede bener. Ini sih 36D! Mana kenyal banget. Mujurr…” kata Chandra dalam hati. Melihat DIANI menggeliat-geliat keenakan dan sibuk mendesah-desah lupa akan blowjobnya, Chandra semakin aktif meremas-remas sepasang toked montok DIANI. Kini dua tangan Chandra juga meremas-remas dan mempermainkan putting DIANI sekaligus. DIANI semakin belingsatan karena didera gelombang libido yang semakin memuncak.

Tiba-tiba Chandra mengangkat badan DIANI agar tegak lagi. Kemudian sambil merapikan kancing-kancing kemeja DIANI yang terbuka 2 kancing lagi, Chandra berkata “Rumah lo yang mana neh? Udah di jalan ****”. DIANI yang masih dibuai gairah birahi, agak bingung dengan pertanyaan Chandra dan berhentinya acara remas-meremas yang mulai memanas. “Eh, oh.. Rumah gue ya? Oo udah sampe sini toh” jawab DIANI kebingungan dan jengah. “Itu rumah gue yang pagar coklat” tambah DIANI sambil merapikan rambut dan pakaiannya. Nafas DIANI masih agak tersengal-sengal karena pacuan birahi tadi. Chandra memarkir mobilnya di depan pagar rumah DIANI yang megah. “Anak tajir ternyata. Gede amat rumahnya” batin Chandra. “Chan, lo mampir ga?” tanya DIANI setengah berharap. “Iyalah. Kan lo blum nuntasi gawean lo” jawab Chandra blak-blakan. “U-uh. Ternyata gara-gara itu doang ya lo mau mampirnya” jawab DIANI merajuk, yang bikin Chandra tambah gemes dan horny. “Ya udah. Ayo masuk yuk” ajak DIANI.

Weh, ternyata bokap-nyokapnya DIANI ada di rumah. Lagi nonton film di ruang keluarganya yang simple tapi terlihat berkelas. Setelah dikenalkan dan basa-basi dikit, Chandra ditinggal di ruang tamu, bonyoknya DIANI balik lagi nonton film. “Gue ganti baju dulu ya Chan. Tunggu aja disini bentar” kata DIANI sambil mengerdipkan mata. “He-eh” balas Chandra dengan tampang bodoh. “Anjrritt… Napa juga bonyoknya ada di rumah. Ga bisa ngikut ke kamarnya si DIANI dong gue. Gimana nasib adek gue neh” runtuk Chandra dalam hati.

Tiba-tiba seorang wanita setengah baya masuk ke ruang tamu sambil berkata “Neng DIANI pesen, Mas Chandra diminta nunggu di taman samping. Minuman juga sudah Mbok taruh disana”. Diantar pembantu itu, Chandra melangkah ke luar rumah menuju taman di samping rumah. Chandra bersorak dalam hati melihat tempat yang dimaksud. Di pojok taman ada area kursi dan kolam kecil. Yang bikin Chandra bahagia, tempat tersebut terlindungi dari rumah karena dibalik pohon dan semak bunga-bungaan. Berbagai skenario mesum langsung berkelebat di benak Chandra.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat. DIANI muncul dengan hanya menggunakan kemeja putih kedodoran yang panjangnya hampir selututnya. Dua kancing atas tetap terbuka. Entah mengapa, penampilan yang diluar harapan Chandra ini malah membuat DIANI terlihat lebih sensual. Nafas Chandra langsung memburu. Chandra berdiri menghampiri DIANI. “Mau langsung dimulai nih Chan?” tanya DIANI lirih tapi sambil tersenyum malu-malu. “Ga usah Don. Lo lupain aja blowjobnya. Gue udah ga minat lagi” kata Chandra mengejutkan DIANI. “Loh, gue pikir..”. Belum habis ucapan DIANI, tangan Chandra sudah meraih pinggang DIANI kedalam pelukannya, dan bibir Chandra melumat bibir DIANI penuh nafsu. Beberapa saat DIANI gelagepan, tapi langsung bisa mengimbangi. Tangan Chandra bergerak turun dan meremas-remas bongkahan pantat DIANI, yang walaupun tidak semenonjol punya Rini tapi proporsional dan kencang.

Chandra mendudukkan DIANI di kursi taman, lalu dengan kasar membuka kemeja DIANI. Sepasang toked besar dan bulat seperti melompat keluar. Mata Chandra melotot melihat ukuran toked DIANI yang supersize seperti di film-film bokep. Impian jadi nyata! Karena cuma diliatin saja, DIANI menjadi jengah “Cuma mo liatin aja Chan?” “Sorry Don. Toked lo indah bener. Besar dan bulat” ujar Chandra jujur. Kedua tangan Chandra langsung meraup kedua bongkahan bulat tersebut dan meremas-remasnya dengan penuh nafsu. Gerakan memutar-mutar dari pangkal toked kemudian merucut ke putingnya, sambil diremas-remas dengan kasar. DIANI sepertinya menyukai tokednya diperlakukan dengan kasar. Terbukti DIANI langsung memejamkan mata dan mengeluarkan lenguhan tertahan “Uuuhh….sshhhh.. hmmmpppfff”. Puting DIANI yang super sensitif tak lepas dari ransangan Chandra. Dipilin dan ditarik-tarik. Lalu lidah Chandra mulai menjilatinya, dan ditengahi oleh hisapan-hisapan dalam mulutnya. “Hhmmmppffff.. enak bangetttt.. Belum pernah susu gue diginiin ceracau DIANI dalam hati. Sensasi lidah Chandra yang kasar di putih DIANI, belum lagi gigitan-gigitan kecil, membuat sensasi gatal yang menyenangkan menyebar keseluruh tubuh. Mhemek DIANI sudah mulai basah dan berkedut-kedut. Seperti bisa membaca tuntutan hati (dan mhemek DIANI), jemari Chandra mulai menjamah selangkangan DIANI. Celana dalam sutranya ternyata sudah basah. Jari tengah Chandra langsung menekan gundukan mhemek DIANI dan menggeseknya kuat-kuat. Tubuh DIANI agak melengkung oleh sensasi kenikmatan yang menjadi-jadi “Ouuhhh…. Chandraaaaa….” lenguh DIANI yang mencapai orgasme pertamanya hari ini. Setelah kelonjotan kecil, DIANI menarik napas panjang. “Gila Chan, enak bangett..” bisik DIANI di telinga Chandra. “Ini baru pemanasan Sayang” bisik Chandra sambil meloloskan celana dalam DIANI. Chandra mengambil posisi berjongkok di depan DIANI yang duduk di kursi, di tengah-tengah paha DIANI yg dipentangkan lebar oleh Chandra. “Eh, lo mo ngapain Chan?” tanya DIANI agak jengah karena muka Chandra hanya sejengkal dari bibir mhemeknya. Chandra tidak menjawab, tapi langsung mengangkat paha DIANI lebih tinggi sehingga pantat DIANI agak terangkat dan mhemek lebih terekspos.

Chandra melihat dua gundukan putih yang montok tanpa jembi dengan penuh nafsu. Tanpa tedeng aling-aling Chandra langsung melumat bibir mhemek DIANI dengan semangat. “Chandra.. gue belum pernah diginiin..” jerit kecil DIANI, sambil berusaha menjauhkan kepala Chandra dari selangkangannya. Tapi, Chandra tetap berkeras. Malah lidahnya mulai menyelusup ke dalam mhemek yang sudah basah kuyup itu, sambil menggerakkan lidahnya naik turun dengan cepat. “Fuahhhhhh… ahhh..ahhh.. ouuuuhhhh..” lenguh DIANI lebih heboh lagi, karena rasa gatal yang sudah sempat terpuaskan tadi, muncul kembali dengan lebih dahsyat. Rasanya ada yang berusaha hendak keluar dari mhemeknya dan rasa itu berkumpul, bergetar, mengirimkan gelombang kenikmatan ke sekujur tubuh DIANI. Tangan DIANI kini tidak lagi berusaha menjauhkan kepala Chandra, malah menekannya semakin erat ke selangkangannya. Sambil menjilati klitoris DIANI yang makin menonjol, jari tengah Chandra juga aktif mengocok lubang mhemek DIANI. Suara becek berkecipakan, ditingkahi oleh lenguhan DIANI yang dibanjiri oleh sensasi birahi yang semakin memuncak. SLEP..SLEP..SLEP..” Auhh.. Auhhh.. Ekkhhhhh… Ehhhhhffffmmpppp…” DIANI mendesah keenakan. Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan. Punggungnya semakin melengkung. Tidak sampai 5 menit, DIANI sudah berkata “Chan.. Chann.. ehhmm.. gue mo kluar.. gue mo kluar..”kata DIANI terbata-bata. Chandra cepat mengocok lubang mhemek yang smakin banjir. Dan…” OUUUHHHHHH….. HAAHHHHHHHHH…” jeritan orgasme DIANI keluar seiring banjir cairan orgasmenya. Tidak ingin membiarkan DIANI istirahat, ketika DIANI mencapai orgasme, Chandra malah semakin kencang mengocok dan melumat klitori DIANI. “AUUHHH… AHH.AHHH .. CHAN..CHAN..DRAAA…GUE GA KUATT…” rengek DIANI yang dilanda gelombang orgasme 2 sekaligus… Pantat DIANI sampai terangkat dan kelonjotan karena sensasi orgasme yang bertubi-tubi.
Baru Chandra melepaskan rangsangannya. “Lebih enak lagi kan pas lo keluar yang kedua ini Dian?” tanya Chandra sambil nyengir jail. DIANI berusaha mengatur nafasnya yang memburu baru menjawab “Sialan lo Chan.. Gue udah ga kuat, masih juga lo kocok-kocok vagina gue”. Ini bedanya DIANI sama Rini & Vani, walopun dipuncak nafsu, ga ada kata-kata vulgar yang keluar. Tapi harus dicek, goyangannya kalah ga sama mereka. “Tapi, lo demen kan. Ini pengalaman pertama lo capai orgasme seperti ini” balas Chandra. “Iya sih..” jawab DIANI tersipu-sipu.

Chandra langsung melepaskan celananya dan celana dalamnya. Kontholnya yang sudah ngaceng dari tadi langsung mengacung tegak di hadapan DIANI. Kedua tangan Chandra langsung mengangkan paha DIANI lebar-lebar. DIANI agak gelagepan “Eh..oh.. Lo mo ngelakuinnya di sini? Gue blow job aja ya Chan” tawar DIANI agak panik. Kalo urusan petting dan blowjob itu ok-lah, kalo urusan mhemeknya mau dipenetrasi konthol asing bukan milik cowoknya, itu beda lagi. DIANI merasa belum siap. Apalagi melihat ukuran kontol Chandra yang jauh lebih besar dari konthol cowoknya.

Tapi, Chandra nafsunya sudah diubun-ubun. Pantatnya semakin ditekan lagi ke arah selangkangan DIANI. Walopun kedua tangan DIANI berusah menahan gerakan pinggang Chandra, tapi tenaganya yang sudah terkuras orgasme-orgasme yang bertubi-tubi, tak mampu berbuat banyak. Sekejap saja, pal-kon Chandra sudah mencium bibir mhemek DIANI, dan mulai menyeruak masuk. “Chandraaaaa… jangan dimasukinn..” erang DIANI tanpa daya. Blesssh..! Palkon dan batang kontol Chandra masuk sebagian ke mhemek DIANI yang sudah basah kuyup. Cairan peju dan pelumas DIANI memudahkan batang konthol Chandra untuk melesak masuk. “Ummpppfff..” DIANI agak tersedak karena sensasi benda asing yang sangat menyesaki dinding-dinding mhemeknya. “Busettt.. besar bangett.. Vagina gue penuh banget rasanya” erang DIANI dalam hati.
Konthol Chandra mulai bergerak keluar masuk dengan teratur. Semakin lama semakin cepat. Karena mhemek DIANI sempit, banyak cairan peju DIANI yang ikut keluar ketika Chandra menarik kontholnya. Itupun kontholnya baru masuk setengahnya. Chandra tidak mau memaksa langsung membenamkan seluruh batangnya, karena Chandra ingin DIANI terbiasa dulu dan ikut menikmatinya (walopun Chandra setengah mati nahan nafsu untuk langsung membenamkan dan masuk RPM tinggi).
Seiring semakin lancarnya gerak masuk-keluar konthol Chandra dalam mhemek DIANI, semakin keras lenguhan birahi DIANI terdengar. Kepalanya kembali menggeleng-geleng dengan heboh. Chandra langsung menancapkan penuh-penuh kontholnya dan dilanjutkan dengan kocokan gigi 4. “Hhh..Hhh.. Hhh.. sempit banget mhemek lo Don.. Konthol gue kaya diperet-peret. Lo jarang ngenthot ya?” ujar Chandra penuh birahi, ditambah pemandangan raut muka DIANI yang diliputi nafsu dan goncangan kedua tokednya yang bergerak naik turun tidak karuan karena goyangan Chandra.
Ucapan Chandra yang vulgar membuat sensasi gatal di sekujur selangkangan DIANI semakin menghebat. “AHHHH.. AHHH… OUUHH..OUUGGHHHH…! DIANI melenguh hebat ketika rasa gatal di mhemeknya digaruk-garuk kasar oleh konthol Chandra, sehingga meledak tanpa bisa dibendung. Orgasmenya kali ini lebih hebat dari yang sebelum-sebelumnya. Dengan masih membiarkan kontholnya di dalam mhemek DIANI, Chandra mengangkat DIANI dan dibaringkan di atas rumput. Dengan posisi yang lebih nyaman ini, Chandra semakin ganas mengocok dan mengobel-ngobel mhemek DIANI. Gerakan naik turun pantatnya, diselingi gerakan memutar-mutar yang heboh, membuat DIANI memasuki fase birahi yang lebih tinggi lagi. “AHHH.. AHH.. ENAK BANGET CHAN.. ENAK BANGETT..!! jerit DIANI penuh nafsu. Toked DIANI yang mengkal sudah penuh bekas cupangan Chandra yang tidak bosan-bosannya mengerjai sepasang toked melon itu. Selama 10 menit, DIANI mengalami dua orgasme lagi, yang dicapainya nyaris tanpa jeda karena Chandra tetap menggenjot dengan torsi tinggi ketika DIANI keluar.
“Chan.. Chan.. break bhentar..uhhmm. bentar aja” pinta DIANI tersengal-sengal. Chandra menghentikan goyangannya, dan menarik keluar kontholnya. DIANI memanfaatkan waktu itu untuk memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam. Kepalanya terasa ringan karena sensasi orgasme yang bertubi-tubi. Rasa bahagia dan nikmat masih meliputi seluruh tubuhnya, sehingga udara dingin malam tidak terasa.

Tiba-tiba DIANI merasa tubuhnya dimiringkan ke kanan dan kaki kirinya diangkat lebar-lebar. Membuka matanya, DIANI melihat Chandra sedang berusaha memasukkan kontholnya dalam posisi menyamping. “Eh, lo masih pingin ya Chan. Jangan keras-keras ya Chan” pinta DIANI merajuk. Tapi, mana mungkin Chandra memenuhi permintaan seperti ini. Palkonnya sudah terasa semakin berdenyut-denyut dan semakin gatal ingin digaruk oleh mhemek sempit DIANI. Tanpa tedeng aling-aling Chandra langsung membenamkan seluruh batang kontholnya “BLESSS..SLEPPP..” . “AUUHHH….” Pekik DIANI kaget. Dalam posisi menyamping begini, konthol Chandra masuk lebih dalam dan lebih mudah menggesek-gesek g-spot DIANI. Tangan kirinya pun lebih mudah meraih toked DIANI. Sambil meremas toked DIANI, Chandra menggerakkan pinggulnya maju-mundur dengan kecepatan tinggi. PLAK..PLAK.. PLAK.. SLEPPHH..SLEPPHH.. “Damn, mhemek lo kok makin sempit aja Dian” maki Chandra keenakan.
DIANI sebenarnya sadar kenapa Chandra merasa mhemeknya semakin sempit. Itu karena aliran spema Chandra sudah berada di batangnya dan siap menyembur keluar. Berlawanan dengan akal sehatnya yang menyuruhnya mendorong Chandra menjauh dan melepaskan kontholnya, DIANI malah semakin heboh melenguh dan bergoyang sedapatnya “YESS.. YESS… OUUUHHMMMMM..OUUHHHGGHHHH…”. Rasa gatal yang memuncak dan berkumpul di mhemeknya membuat DIANI semakin histeris ingin cepat-cepat dipuaskan.
Tiba-tiba Chandra meremas toked DIANI kuat-kuat, dan menekan kuat-kuat kontholnya ke dalam mhemek Chandra, sambil melenguh puas konthol Chandra menyemburkan pejunya kuat-kuat “AOOUUUUHHH… HHHEEHHHHHH.. Enakknnyaa…”. Lenguhan DIANI yang lebih keras lagi menandakan DIANI mencapai klimaksnya. Semprotan peju dan tekanan kuat konthol Chandra menjebol dinding pertahanan DIANI “OOOAAAHHH..HHAHHHHHHHH….Ahh..AHH..AHH..”. DIANI kelonjotan selama beberapa saat sampai akhirnya tenang setelah badai orgasme berlalu.
“Gila lo Chan. Baru kali ini gue ngalamin seks kaya gini. Ternyata nikmatnya luar biasa” bisik DIANI lirih pada Chandra yang terlentang di sebelahnya. “Gue juga nikmatin banget Dian. Ga nyangka lo jago goyangnya, dan mhemek lo peret banget. Blum pernah gue lemes kaya gini sehabis ngenthot (ini jelas boong)” balas Chandra.

Mendengar itu, DIANI agak bersemu merah “Gue harusnya bangga, gitu” balas DIANI, yang maunya pedes tapi senyum malu-malunya menghapus kesan judesnya. “Untung sekarang bukan masa subur gue” rajuk DIANI lagi. “Thanks ya sexy” kata Chandra lembut sambil mengecup bibir DIANI. DIANI tersenyum manissss sekali. “Sayang, lo udah punya cowok. Ga enak gue ganggu lo lagi setelah ini” tambah Chandra. DIANI diam aja. Setelah bebenah dan bersih-bersih dikit, Chandra pamit pulang kepada bonyok DIANI. Ketika berpisah di pagar depan, sambil mengecup ringan DIANI, Chandra masih sempat meremas toked DIANI sekali.
 
Esoknya. Sehabis kuliah jam pertama, Chandra beranjak menuju kantin. Tiba-tiba HP nya berbunyi. Rini nelpon. “Ngapain ni Anak? Kurang puas kali sama Roy” pikir Chandra. “Halo, apaan De?” sapa Chandra. Suara Rini yang tinggi langsung terdengar “Hei, kupret. Lo apain si DIANI kemaren hah?” damprat Rini. “Lah, emang napa? Gue ga apa-apain kok” jawab Chandra berusaha keliatan innocent. “Dia mutusin si Sinyo cowo-nya barusan”. “Hah?” jawab kaget Chandra. “ puji syukur. Kalo jodoh emang ga kemana ya” ucap Chandra dalam hati sambil membelai selangkangannya.






Minimal depo dan wd hanya 50rb rupiah.. min bet 25rb.. segera daftarkan diri anda di :
 
loading...