Cerita Seks : Noura XXX 2

[​IMG]



Giliran Roni dan Ussiy yang akan memulai persetubuhan mereka. Roni menuntun tangan Ussiy ke tengah ruangan, sementara Ussiy terlihat grogi dan tegang membayangkan apa yang terjadi padanya. Roni yang sudah bernafsu dari tadi segera mencium Ussiy, mereka melakukan frenchkiss. "Mmmmpphhhh... aaaaahhhh.... mmppphhh... slurp.... mmmpphhh..." terlihat Roni sangat bernafsu menikmati bibir Ussiy, lidah mereka pun saling beradu layaknya ciuman di film-film hollywood. Ussiy menuruti nalurinya dan menikmati ciuman itu. Sembari berciuman mereka berpelukan, terasa payudara Ussiy menyentuh dada Roni. "Aaaahhhh.. teh Ussiy cantik banget.. saya nafsu banget sama teh Ussiy" begitulah ekspresi kekaguman Roni terhadap Ussiy. Mendengar itu Ussiy pun tersanjung, mereka pun kembali berciuman sambil Asep tetap merekam pergumulan mereka.


"Mmpphhh.. slurp.... slurpp... mmmhhppp......" keduanya masih asyik berciuman, Roni menikmati setiap centi wajah cantik Ussiy, dan juga kulit mulusnya. Ussiy sebenarnya tidak terlalu bernafsu dengan fisik dan wajah Roni, namun Ussiy merasa tertantang untuk membuat Roni KO seperti yang dilakukan Nina pada Ujang. Maka sejak awal Ussiy sudah menunjukan gaya permainan yang binal seperti yang ia praktikan pada suaminya. "Akang mau ini?" kata Ussiy sambil membusungkan susunya. "Mau-- mau... mau..." kata Roni bernafsu. TIba-tiba Ussiy mendorong wajah Roni dan menekan ke payudara yang masih tertutup bajunya. "Mmmhhh... aaaahhh... mmmhhh..... aaaahhh... aku gak bisa nafas teh..." kata Roni.." Gimana kang? empuk kan nenen Ussiy?" tanya Ussiy, "Aahh.. mantap teh, buka dong bajunya.." pinta Roni.. Ussiy pun membuka kancing bajunya satu per satu, "Sekaliah branya juga buka teh.." pinta Roni.. Ussiy pun melepaskan branya, keadaan dia sekarang topless. Jilbabnya disampirkan ke belakang membuat payudara mulus Ussiy terpampang menunggu dijamah. Roni terpana melihat keseksian Ussiy, segera kedua telapak tangannya berusaha menggapai payudara Ussiy. Namun belum sampai menyentuh, kedua tangan Ussiy menahan telapak tangan Roni. "Eit, akang mau ini?" sambil menggoyang-goyangkan payudaranya, "ayo tangkap kalau bisa." ussiy pun berlari menjauh dari Roni. "Wah, teh Ussiy nantangin nih," dengan cekatan Roni mengejarnya, dan tak berapa lama berhasil menangkap Ussiy dari belakang. "Ah, teteh kena, aku remes-remes susunya.." kata Roni puas. "awwww... pelan-pelan akang, nafsu banget sih.. hihihi.." ujar Ussiy.

Roni pun kembali membawa Ussiy ke tengah ruangan, lalu dia menidurkannya di atas karpet sambil tetap meremas-remas payudaranya. Wajah Ussiy terlihat sudah terangsang, payudaranya pun sudah keras karena diremas-remas terus menerus. Roni dengan sigap membuka kaos dan celana yang dikenakannya. Terlihat penis Roni sudah menegang sempurna, "Oh.. gede banget.. lebih gede dari punya suamiku, " Ujar Ussiy dalam hati. Ternyata penis Roni 1,5 kali ukuran penis suaminya. "hehehe.. gimana teh Ussiy? besar kan titit Roni, pasti enak kalau dimasukin ke memek teh Ussiy." ujar Roni menggoda. Segera Roni melepaskan celana panjang yang dipakai Ussiy, "Awww.." ujar Ussiy sambil menutup daerah intimnya. Roni pun berusaha membuka celana dalam Ussiy, tinggalah kini tubuh Ussiy terpampang seluruhnya di hadapan Roni, hanya tersisa jilbabnya yang malah membuat Ussiy semakin cantik. "Teh Ussiy seksi banget," ujar Roni terpesona. Lidah Roni kemudian menjilati vagina Ussiy yang sudah basah, "mmmppphhh... mmmpphhh... slurp.. slurp..... " lidah roni pun menjilati itil Ussiy, "Awwwwwhh... aaawwwhhh.... Roni.. aaaahhh... enak...." kata Ussiy dengan mendesah, tanpa sadar kedua kaki Ussiy pun menjepit kepala Roni yang sedang asyik menikmati memek Ussiy.. "mmpphh.... aaahhh....... memek teh Ussiy mantap... mmmppphhh... slurp....." ujar Roni.. "Aaaahhh... Ron.... teteh bisa keluar... aaaahhhhh..." ujar Ussiy.

Roni pun segera berdiri, lalu penis yang sedari tadi sudah menegang dia arahkan ke memek Ussiy, "Teh, siap-siap ya, kontol Roni mau dimasukin ke memek teteh" ujar Roni. "Ayo sayang, puasin teteh, sodok-sodok sampai teteh gak bisa berdiri lagi." ujar Ussiy dengan nada mendesah dan menggoda. "Iihhh.. teteh bisa binal juga ya.." ujar Roni. Lalu perlahan-lahan kepada penis Roni dimasukkan ke dalam memek Ussiy. "Uuuuhhh... memek teteh sempit, padahal dah gak perawan..." ujar Roni. "Aaaahhhh... kontol kamu keras gitu, berurat lagi..." ujar Ussiy. Roni pun terus memasukkan kontolnya sampai masuk setengahnya ke dalam memek Ussiy. "Aaaaaahhhh.. Roni.... aaaahhh...." ujar Ussiy keenakan... "Ini baru setengahnya lho... awwhhhh.... memek teh Ussiy jepit banget... kontolku keenakan.. oooohhhhh...." ujar Roni keenakan.. Tangan Roni bergeriliya meremas-remas dada Ussiy, lalu penisnya ditekankan lagi ke memek Ussiy.. Akhirnya penis Roni masuk semua ke dalam memek Ussiy, "Aaaahhhh.... udah mentok kontolku teh... aaahhhh.." ujar roni.. "Aaahhhh.. genjot teteh say, puasin teteh.. "Ujar Ussiy.. Roni pun menggerakkan kontolnya naik turun, awalnya pelan-pelan lalu semakin lama semakin kencang dan cepat.. "Awwwhhhhh.... aaahhhh.... aaaahhhhh....." Roni tidak sanggup menyembunyikan kenikmatannya.... "aaaaahhhh.... aaahhhh... enak banget genjotan kamu say... aaaahhh... aaaaahhhhh... teteh keluar say... aaahhhh....." ujar Ussiy.. dan Ussiy pun mencapai orgasmenya, Roni menghentikan sementara genjotannya membiarkan Ussiy menikmati orgasmenya.. "Teh Ussiy seksi banget kalau lagi orgasme.." kata Roni.. "Roni kamu luar biasa, aku lemes..." ujar Ussiy.. "Aku belum keluar lho teh.... " ujar Roni.. Roni pun mencabut penisnya.

"Teh Ussiy ganti gaya yuk, kita doggie style..." ajak Roni.. Lalu Ussiy pun menungging, dengan segera Roni memasukan kembali penisnya.. "Ooohhh... aaahhh... ooohhh.. teh Ussiy aku hamilin kamu... oohhh.. aaahhh... aaahhhh..." ujar Roni.. "Aaaah... Ron... teruss.... aaahhhh... aaaahhhh.." Roni terus menggenjot memek Ussiy sambil meremas-remas dadanya.. Jilbab Ussiy sudah kusut karena pergumulannya.. Asep masih terus merekam pergumulan mereka.. 10 menit kemudian Roni menyemburkan spermanya memenuhi memek ussiiy.. "Aaaaahhh.... teteh enak... aaaahhh......." Roni pun ambruk di atas Ussiy.. Ussiy pun mencapai orgasme keduanya.. mereka pun beristirahat sejenak.

[​IMG]

[​IMG]

Ussiy dan Roni sejenak terbaring menikmati sisa-sisa orgasmenya, tiba-tiba keluarlah Nina dan Ujang dari dalam kamar mandi dengan sudah kembali berpakaian. "Wah, si Roni dah KO aja nih," ujar Ujang. "Yee.. gue bisa buat teh Ussiy orgasme, emangnya kamu KO duluan sama teh Nina. haha" ledek Roni kepada Ujang. "Yee.. pas di kamar mandi gue barusan dah di privat sama teh Nina biar bisa tahan lama kalau ngentot, sekarang mah gue bakal bisa buat teteh ini orgasme." balas Ujang kepada Roni. Tiba-tiba Ussiy bangkit dalam keadaan telanjang, hanya jilbabnya yang tersisa. Dengan membawa pakaian dia berjalan menuju kamar mandi. "Teh Ussiy ikut donk.." pinta Roni. "Gak mau, aku cape.." kata Ussiy dengan ketus. "Haha.. kasian deh maneh Ron, gak bisa dapet bonus kayak saya" ujar Ujang. Roni pun sedikit menggerutu dan kembali ke pinggir ruangan untuk menyaksikan live show berikutnya.

Asep yang sedari tadi melihat kedua anak buahnya keenakan bercinta mulai tidak tahan juga. Dia ingin segera melampiaskan gairahnya, namun dia tidak ingin terburu-buru, dia tetap ingin bersenang-senang dengan Laili. "Ok, selanjutnya yang akan ngentot saya dengan Laili, Jang, tolong kamu rekam ya." perintah Asep. "Siap kang!" ujar Ujang sambil menerima handycam yang diberikan Asep. "Nah, neng Laili, sini donk, jangan takut, akang akan kasih neng Laili pengalaman yang gak terlupakan. haha" ujar Asep. Laili merasa takut, dan memang dia belum sepenuhnya rela untuk menyerahkan mahkotanya kepada Asep. Laili berjalan perlahan-lahan menuju Asep, biar bagaimanapun dia sadar bahwa mereka berempat sudah sepakat menyerahkan kehormatannya kepada para begundal-begundal ini. "Senyum donk, jangan cemberut gitu, liat tuh Nina dan Ussiy juga menikmati!" ujar Asep kepada Laili. Tanpa sadar air mata Laili pun menetes, "Yaelah, malah nangis, udah jangan nangis!" ujar Asep. Laili pun mengusap air matanya dan berusaha tersenyum walau dengan terpaksa. "Nah, gitu donk, kan cantik neng Laili kalau senyum gitu." Ujar Asep.

Laili tak menyangka akan mendapatkan mimpi buruk ini, selama ini memang Laili tidak terlalu alim, beberapa kali dia jadian dengan cowok, namun dia tetap bisa menjaga norma-norma pergaulan. Selama pacaran, pegangan tangan pun Laili sudah risih, sehingga beberapa mantannya pun memutuskan Laili yang tak bisa diajak kompromi untuk melakukan hal-hal mesum. Namun dibalik kealimannya Laili hobi masturbasi dengan dildo, bagi Laili masturbasi lebih aman daripada harus bermesraan dengan lawan jenis. Tragis, kali ini seorang tua yang lebih pantas menjadi bapaknya berada di sampingnya dan akan mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi hak suaminya kelak. "Laili, akang boleh pegang tangan kamu?" tanya Asep. Laili hanya mengangguk, Asep pun memegang telapak tangan halus Laili, lalu mengecupnya. Mata Asep memeriksa dengan detil seluruh tubuh Laili dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Kamu memang sempurna sayang, udah cantik, body ideal, dan masih perawan lagi." ujar Asep dengan kagum. Kedua tangan Asep mengusap-usap wajah cantik Laili, "kamu cantik banget, alis kamu tebal, hidung kamu mancung, Laili pernah ciuman?" tanya Asep. "Belum pernah om" jawab Laili. Dengan tiba-tiba bibir Asep menyosor bibir Laili, "mmmpphh.. mmpphhh.. aaahhh.." Laili yang mendapatkan serangan mendadak pada awalnya kaget dan berontak, namun akhirnya Laili menyerah dan menikmati ciuman Asep.

Sambil ciuman, tangan Asep mulai meremas-remas payudara Laili dari balik jilbab dan bajunya. "Neng Laili susunya kenyal tapi padat, bener-bener masih perawan" kata Ujang. "Aaahhh.. akang..... jangan.." ujar Laili sambil berusaha menahan tangan Asep yang meremas-remas payudaranya. "Nikmati aja neng, baru diremas dari luar baju aja dah bikin akang ngaceng, apalagi kalau diremas-remas langsung ke kulitnya." ujar Asep dengan bersemangat. "Aaahhh... uuuhhh..." Laili mendesah pelan, dia pun menyadari bahwa putingnya mulai mengeras merespon remasan-remasan Asep. Setelah puas meremas-remas payudara Laili Asep pun menyuruh Laili untuk membuka celana Asep, Laili tak punya pilihan lain, celana Asep mulai dipelorotkan ke bawah. Terlihat dari balik sempak yang Asep kenakan menonjol batang kemaluannya, dengan sigap Asep pun memelorotkan celana dalamnya. Terpampanglah penis berukuran di atas rata-rata milik Asep, "Awww... "ujar Lali kaget sambil menutup kedua matanya. "Jangan ditutup matanya, nikmatin aja, ini burung akang, nanti akan masukin ke sarangnya di memek Laili.. haha" ujar Asep. Bukan hanya Laili yang kaget, Nina dan Ussiy pun terkagum-kagum dengan ukuran penis Asep. Kasihan Laili, baru pertama kali ML langsung mendapat penis ukuran luar negeri, itulah yang ada dalam fikiran Ussiy dan Nina. "Jangan diliatin aja donk, cepat kocok dan kulum pakai mulit kamu" bentak Asep. Dengan canggung tangan Laili yang halus mulai memegang penis Asep, "Oh.. enak say, ayo mainkan penisku dengan tanganmu" ujar Asep. Laili pun mulai memaju mundurkan genggamannya pada penis Asep. "Oohh.. mantap.. pinter kamu neng, sekarang coba kulum punya akang." ujar Asep. Laili mencoba memasukan penis Asep ke dalam mulutnya, Laili hampir muntah saat mengulum penis Asep yang bau. Namun rasa jijik berusaha ditahan oleh Laili, "slurp... slurp.. mmmhhh...." dikulumnya penis Asep dengan hati-hati, Laili merasa dirinya seperti pelacur profesional, padahal baru kali itu dia melakukannya. "Aaaahhh... enak.... udah udah... akang bisa keluar.. sekarang gantian" ujar Asep. Asep pun menyuruh Laili untuk berbaring, lalu dengan cekatan Asep membuka rok yang dikenakan Laili. Asep terpesona melihat paha mulus dan putih Laili, dielus-elusnya paha mulus itu, lalu perlahan-lahan tangannya masuk ke dalam celana dalam dan menyentuh itilnya. "Awww.... aaaahhhhh....." Laili mendesah-desah erotis saat Asep memainkan itilnya. Desahan Laili pasti mengundang birahi setiap lelaki yang mendengarnya. Hal ini membuat Asep semakin semangat memainkan daerah kewanitaan Laili. Asep pun membuka celana dalam Laili, "Anjir, memek kamu masih sempit banget kayaknya, terlihat hanya seperti satu buah garis" ujar Asep kagum. Dalam hati Laili menjawab, ya iyalah, namanya juga belum pernah diperawanin. Asep Lalu menjilat-jilat memek dan itil Laili. "Aaaahhh... aaahhh... akang.. aduh.. aaaahhhh..." desahan-desahan Laili memenuhi ruangan itu, tangan Laili tanpa sadar menekan kepala Asep ke memeknya. Asep semakin bersemangat, jilatan-jilatannya semakin ganas, sampai sepuluh menit kemudian "Aaaaahhhhh.. akang... Laili hoyong pipis.. aaahhh" crt... crt.. crt... memek Laili menyemburkan cairan cintanya mengenai wajah Asep. "Gimana neng, enak kan?" ujar Asep. "Enak banget kang." kata Laili.

"Baik, sekarang kita akan mulai permainan sesungguhnya" ujar Asep. Laili pun mulai terlihat pucat, dia tahu bahwa tiba saatnya dia akan diperawani oleh Asep. Menurut yang Laili pernah dengar, saat selaput dara seorang gadis sobek, maka rasa sakitnya luar biasa, Laili takut. "Jangan takut say, sakitnya cuma bentar diperawanin, selebihnya enak" ujar Asep seakan bisa membaca fikiran Laili. Asep pun mulai membuka baju yang dikenakan Laili, Laili pasrah saja melihat Asep menelanjanginya. Hingga tinggallah Laili hanya mengenakan jilbab saja. "Luar biasa, indah banget tubuh kamu Laili" ujar Asep kagum. Payudara yang masih terbungkus sekarang terpampang dengan jelas. Payudara putih, montok dan sekal, Asep pun langsung meremas-remas dan menyedot-nyedot. "Aaahhh.. nenen kamu mantap neng, akang nenen dulu ya.." ujar Asep.. "Aaahh.. aahh...uuuhhh... " Laili pun mendesah pasrah melihat payudaranya dipermainkan sedemikian rupa. Asep kemudian berdiri sejenak, lalu dia mengarahkan penisnya ke payudara Laili. Penisnya dijepitkan di antara kedua buah payudara sintal Laili, "Ohhhhh...... mantyap.. aaahhhhh..." erang Asep saat penisnya dijepit dua payudara Laili. Penis Asep pun dimaju mundurkan seperti halnya orang sedang ngentot, "AAaaahhh... enak banget...." setelah 5 menit melakukan tit job Asep melepaskan penisnya yang sudah menegang sangat sempurna. Tibalah saat-saat paling krusial, Asep akan mengambil kesucian seorang gadis perawan. Asep mulai menggesek-gesekan penisnya pada memek Laili, lalu dia mulai coba memasukkan kepala penisnya ke dalam memek Laili. "Uhhh... neng, sempit banget euy..." Asep mulai menekan penisnya agar semakin dalam masuk ke dalam memek Laili. "Awwww....." Laili pun menjerit melihat penis Asep perlahan-lahan mulai memasuki memeknya. Sampai Asep menemukan sebuah lapisan yang menghalangi penis yang tak lain adalah selaput daranya. Asep mencoba memaju mundurkan penisnya sebatas selaput dara tersebut, "Aawww.. akang, perih... " ujar Laili. Tiba-tiba Asep mendorng penisnya dengan agak keras, pecahlah selaput dara Laili. "Aaaaaaahhhh... sakit..... akang jahat.... aaahhhhh" ujar Laili sambil menangis. Asep pun tersenyum, perlahan-lahan penisnya dikeluarkan dari memek Laili, terlihatlah darah perawan hasil perbuatan Asep. "Setelah ini gak akan sakit neng, setelah ini pasti enak banget." ujar Asep menghibur Laili yang masih menangis karena rasa sakit. "Udah donk neng nangisnya, lanjut yuk!" ajak Asep. Laili pun mengangguk, Asep perlahan-lahan memasukan kembali seluruh penisnya, kali ini penghalang berupa selaput dara sudah tidak ada lagi, sehingga penis Asep yang besar bisa sampai mentok ke rahim Laili. Asep pun mulai menggenjot penisnya dengan kecepatan pelan, lalu naik ke kecepatan sedang. "Aaaahhhh... akang... aahhhh. enak..." ujar Laili. "Tuh kan kata akang juga apa, sakitnya cuma bentar, aaahhh.. enak.. memek kamu sempit banget neng..." ujar Asep.. lalu Asep mulai menggenjot Laili dengan tempo yang cepat "Aaahhh... akang... aaaahhh.. ooohhh..." desahan Laili menggema ke seluruh ruangan membuat yang menontonnya pun ikut terangsang. "Aaaahhh... aaahhh.. akang, Laili mau orgasme lagi...." ujar Laili. "Aaaahhhh... tahan bentar sayang... akang juga mau keluar... aaaahhhhhh... aaaaahhhh..." dan crot... crot... Asep menumpahkan sperma yang sangat banyak ke dalam rahim Laili, sekitar 7 kali semprotan. Mereka menikmati sisa-sisa orgasme mereka dengan posisi Asep ada di atas Laili. Sial, dalam hati Laili, hari itu adalah masa suburnya, Laili pun khawatir kalau sperma Asep akan benar-benar menjadi janin.

[​IMG]

[​IMG]

Dua insan masih terbaring kelelahan, Asep dan Laili masih menikmati sisa-sisa orgasmenya. Bagi Asep ini adalah persetubuhan ternikmat yang dia alami, bagi Laili ini adalah musibah karena kesuciannya telah diambil oleh Asep. Namun Laili pun merasakan rasa puas dan nikmati disetubuhi Asep, dan mungkin nanti Laili akan kecanduan untuk disetubuhi lagi dan lagi. Ussiy keluar kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi kembali, melihat itu Laili segera beranjak bangun untuk bersih-bersih dirinya. Sementara Asep mulai kembali horny, dia ingin bersetubuh sekali lagi. Penisnya sudah mulai menegang kembali, di pegangnya tangan Laili agar tidak beranjak dulu dari sana. Laili kaget melihat Asep sudah bangkit kembali, sementara Dimas agak kecewa karena dia harus menunggu lagi untuk menyetubuhi Sasa. "Sini Laili, aa masih pengen sekali lagi, kamu nungging ya." ujar Asep. Laili pun menurut, dia menungging, "Wah... pantat kamu menggairahkan Laili.." ujar Asep. Namun Asep tidak melakukan anal, dia hanya melakukan doggie style. Dimasukkanlah penis Asep ke vagina Laili. "Oohhh.... aaaahhh... aaahhh..." Asep menggenjot Laili dengan semangat. "Aaaahhh... aaahhh.. oohhh.. yeesss.. oohhh.. noo...." Laili mendesah-desah dan mengerang keenakan.. Tangan Asep bergeriliya meremas-remas payudara Laili sambil tetap menggenjot. Sungguh menggairahkan ekspresi dan desahan Laili, hal ini terus direkam oleh Ujang. Ujang pun hanya bias menelan ludah melihat bosnya sedang merasakan surge dunia. "aaaahhh... aaaahhh.... aaahhh... enak..." sampai 10 menit kemudian Asep kembali ejakulasi di dalam vagina Laili. Asep pun berhenti sejenak menikmati sisa-sisa orgasmenya dan mencabut penisnya dari vagina Laili. Terlihat vagina Laili tak sanggup menampung semprotan sperma yang banyak dari Asep.

"Neng Sasa, ayo kita ehem.. ehem... kayak kang Asep sama the Laili yuk!" ujar Dimas sambil memegang tangan Sasa. "Ihh... apaan sih?" ujar Sasa menepis tangan Dimas. "Hihi.. sekarang malu-malu, nanti mah neng bakal merem melek ngerasain sodokan aa.. hihihi.." ujar Dimas menggoda. "Dasar kurang ajar!" ujar Sasa. "Hei, cepet, mau ewean gak?" kata Roni dengan agak keras. "Iya sabar, ini lagi ngerayu Sasanya dulu." ujar Dimas. Dimas pun memegang tangan Sasa lagi, kali ini lebih erat. Sasa pun pasrah, biar bagaimanapun dia tak akan lepas dari cengkeraman para penjahat ini. Sasa dan Dimas sudah berdiri di tengah-tengah ruangan, sebenarnya Dimas sama dengan Ujang, inilah kali pertama Dimas melakukan ML. Sebelumnya Dimas hanya melakukan onani dan menonton video porno, itu pun jarang-jarang. Namun kali ini dia berhadapan dengan seorang gadis, cantik dan manis, artis lagi. Jantung Dimas berdebar menanti saat-saat persetubuhan pertama dalam hidupnya. Persetubuhan yang seharusnya dilakukan dengan istri sahnya, namun persetubuhan itu dengan Sasa. Dimas dan Sasa berdiri berhadap-hadapan, mereka berdua saling berpandangan satu sama lain. Tatapan Dimas pun mulai bergeriliya ke seluruh tubuh Sasa, mulai dari ujung kepala, lalu ke wajahnya yang cantik, turun ke leher, payudara, perut dan bagian bawah tubuh Sasa. Dimas seolah ingin memastikan bahwa yang dihadapinya adalah bidadari asli dan dia tidak sedang dalam mimpi. "Boleh aku cium kening dan pegang tangan kamu?" kata Dimas. Sasa tidak menjawab, muach, tiba-tiba satu buah ciuman mendarat di kening Sasa. Tangan Dimas pun mengelus-ngelus wajah cantik Sasa, "Boleh aku peluk kamu Sa?" kata Dimas. Lagi-lagi Sasa tak menjawab, kemudian Dimas memeluknya, kebetulan tinggi mereka tak jauh berbeda. Saat memeluk Sasa, tonjolan payudara Sasa pun menyentuh dada Dimas, membuat penis Dimas mulai menegang. Tiba-tiba Dimas mencium Sasa, "mmuuuachh... slurp... slurp..." Sasa kaget dicium bibirnya secara tiba-tiba, namun pada akhirnya Sasa mengikuti dan menikmati ciuman pertama dalam hidupnya. Mereka berdua melakukan frenchkiss dengan sangat hot, lidah mereka saling beradu. 5 menit kemudian setelah puas berciuman mereka berdua mulai mengatur nafas kembali. Dimas lalu meremas-remas payudara Sasa dari luar jilbab dan bajunya. "Ohhh.... gini to rasanya remas-remas payudara asli, kenyal asyik banget" ujar Dimas dalam hatinya. Penis Dimas pun menegang dengan sempurna, terlihat menonjol dari balik celananya. Dimas menikmati ekspresi muka Sasa saat diremas-remas payudaranya oleh Dimas, Sasa terlihat mulai horny, bahkan terkadang mengeluarkan desahan walau pelan. "aaahh.. sial.. kenapa gue jadi horny gini," ujar Sasa dalam hati. Dimas pun tidak sabar ingin melihat keindahan yang sesungguhnya, perlahan-lahan dia membuka pakaian atas Sasa. Dimas pun melepaskan kait Bra hitam milik Sasa. "Wow, seksi banget kamu Sa." kata Dimas kagum. Sasa yang dalam keadaan topless reflek menutup kedua payudaranya dengan tangannya. Dimas menghalau kedua tangan yang menghalangi payudara Sasa. Lalu Dimas pun menikmati centi per centi payudara Sasa, putih, mulus, montok dengan putting yang tegang, mungkin karena diremas-remas tadi.

Dimas pun mengajak Sasa duduk, lalu Sasa ditempatkan di atas pangkuan Dimas. Pantat Sasa yang semok menindih penis Dimas, "oowwwhhh.. shit!" kata Dimas keenakan. Sasa pun merasakan ada sesuatu yang tumpul menyentuh pantatnya. Dimas duduk bersila, sementara Sasa duduk menyamping, Dimas pun nenen dengan lahap. Payudara kiri Sasa di hisap-hisap dengan lahap, sementara payudara kanannya diremas-remas. "Mmmhhh... slurp... aaahhhh... mmmhhh..." Dimas menikmati nenennya Sasa, Sasa pun mendesah pasrah.Setelah 10 menit nenen, Dimas pun sudah tak tahan. Dibaringkannya Sasa di atas karpet, lalu rok Sasa dipelorotkan, disusul oleh CD nya. Terlihat vagina sasa yang berbulu lebat dan sudah sedikit basah. "Wah.. ini yang namanya memek" kata Dimas dalam hati. Dimas pun mulai menyentuh vagina Sasa dengan tangannya, "Aaahhh.." reflek Sasa menjerit saat jari Dimas menyentuh itilnya. Melihat itu Dimas semakin penasaran, jarinya memainkan itil Sasa lebih keras, "Aaaaahhh... ooohh.. aaaahhh..." Sasa pun mendesah-desah setengah berteriak, pahanya dikatupkan dan tangannya berusaha mencegah jari Dimas. Dimas pun menghentikan perlakuannya, Sasa agak sedikit kecewa, dia hamper klimak. Lalu Dimas membuka baju dan celananya, disusul CD nya. Terlihat penis Dimas mengacung dengan gagah, melihat itu Sasa menjadi takut, tanda-tanda keperawanannya akan segera diambil oleh Dimas. Keperjakaan Dimas pun akan segera berakhir saat melakukan pencoblosan yang dinanti-nantikan. "Ayo neng Sasa, sini pegang kontol akang." ujar Dimas. Sasa pun mencoba memegang untuk pertama kalinya penis pria. Dimas pun mengerang saat tangan lembut Sasa menyentuh dan menggenggam penisnya. Perlahan Sasa mulai mengocok2 penisnya dengan tangannya, Dimas semakin mengerang keenakan. Dimas pun melepaskan kocokan Sasa karena takut keluar duluan. Dimas mengarahkan penisnya ke depan gerbang surga, digesek-gesekan terlebih dahulu, lalu perlahan-lahan dimasukkan. "Ohhhh.... aaaahhh..." baik Dimas dan Sasa sama-sama mengerang, "sempit banget memek kamu Sa" kata Dimas. "Aaahhhh... kontol akang besar banget" kata sasa. Dimas menghentikan penetrasi sampai dihalangi oleh selaput dara Sasa. Tanpa basa-basi, Dimas pun menghentakan penisnya merobek selaput dara Sasa. "Awwwwww.. aaahhh.. sakit.... " Sasa berteriak dan mengaduh kesakitan saat diperawani Dimas. Saat penis dicabut, terlihatlah darah perawan Sasa. "Sabar ya, sakitnya cuma bentar, enaknya lama"kata dimas mengihibur Sasa. Dimas pun mulai menggenjot Sasa lagi, "aahhh... aaahhh.. ooohhh..." ujar Sasa keenakan digenjot Dimas. Namun dasar masih pemula, Dimas pun merasa akan klimaks, "Aaaahhh... Sasa... aku mau keluar... aaahh....." crot.. crot.... sekitar 10 kali semprotan sperma Dimas memenuhi vagina Sasa, bahkan sampai meluber. Dimas pun ambruk, namun Sasa kecewa karena belum klimaks.

Alkisah keempat gadis bersama 4 perampok melakukan pesta seks sampai tertidur kelelahan. Esoknya 4 gadis itu dilepaskan sesuai janji, walaupun para perampok itu mempunyai rekaman yang bisa dijadikan alat untuk memanggil kembali gadis-gadis ini. Noura pun bernyanyi seperti biasa, seperti tak terjadi apa-apa. Para penonton tidak tahu, bahwa malamnya mereka sudah menjadi budak seks para penjahat.
loading...